« Hal Kecil Bisa Menjadi Masalah Besar | Main | Mengangkat Feminisme, Melawan Kekurangan Air: Secuil Gagasan Vandana Shiva »

Harmoni Hujan

Sabtu sore, hujan turun tanpa ampun. Segelas kopi dan sebatang filter sigaret menemani saya yang terduduk di balkon lantai dua rumah Arif. Sesekali mata menutup, menajamkan pendengaran, membuka anugerah harmoni suara hujan merasuk. Tenang, luar biasa damainya. Perasaan bercampur, sedikit meninggi. Mata membuka, tangan seketika meraih handphone di kantong kanan celana jeans coklat belel yang bolong besar di kedua belah dengkulnya. Tanpa takut, jemari menulis pesan singkat...

"Bandung ujan gede.Terjebak Bosan Harmoni Hujan.Mencipta Puisi, untukmu.."

pesan terkirim. Hati lega karena sudah menulis dengan jujur...

Bandung, 24 September 2007

                            

Comments

di mana pun dirimu berada selalu handphone yang menjadi fokusmu. hahaha...sejak kapan ya?

moshi,,moshi,,
thanx yupz dah di add,,
numpang exis ah,,
btw,ntu kan pesen yang dikirim lu ya??haha,,piss,,
n_n

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .